Pages

Tampilkan postingan dengan label Artikel Kiriman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kiriman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 September 2010

From Indonesia With Love, Buka Puasa Berbagi Cinta di Mesjid Fukuoka...

Marhaban ya Ramadhan…

From Indonesia with love

Set of menu: fried chicken with pineapple sauce, meat tofu, spicy quail eggs, cabbage-sausage and paprika sauté, spicy potato-shrimp and grapes
Kids menu : Ebi fry, chicken satay, meat roll, boiled edamame and vegetable spaghetti
Snack menu : fried spring roll, fruit pudding, palm sugar cake.

Begitulah kalimat pada tempelan manis dengan pembatas tulisan merah jambu, menghiasi kotak-kotak makanan untuk buka puasa di mesjid Fukuoka hari ini. Kerjasama Lillahi Taala yang dipersembahkan oleh muslim-muslimah di Fukuoka dan Iizuka, untuk saudara kita yang berpuasa di negeri samurai ini.

Tim Indonesia kebagian menyajikan makanan untuk grand-iftar minggu pertama. Alhamdulillah diberi kesempatan awal. Bukankah untuk melakukan amalan semakin cepat semakin baik, seperti sabda Rasulullah SAW.

Tahun ini adalah tahun kedua, kami bisa menikmati buka puasa bersama di mesjid An-Nour, Fukuoka yang berdiri april 2009 lalu. Satu-satunya mesjid di pulau Kyushu – Jepang. Dan tahun ini, ramadhan tiba pada puncak musim panas.

Belakangan, banyak laporan di televisi tentang orang Jepang yang masuk rumah sakit karena heat stroke. Ya Allah, berikanlah kami kekuatan lahir batin sehingga sempurna ibadah puasa kami kali ini. Amin..

Tanpa terhalang panas yang mengeringkan tenggorokan, tepat pukul dua, waktu yang disepakati untuk membungkus makanan, ibu-ibu muslimah dari daerah Ito dan daerah Hakozaki sampai di mesjid lantai 3. Maklum, kebanyakan kami adalah mahasiswa Universitas Kyushu, dan kampus terbesarnya ada di daerah Ito dan Hakozaki, tentunya selain di daerah Chikushi dan Ijiri.

Bahkan ada juga seorang muslimah, dengan semangat 45 menyetir sendiri mobil dari rumahnya di Yukuhashi yang berjarak 2,5 jam dari Fukuoka, demi mempersembahkan saus nanas asam manisnya. Gong persiapan untuk membungkus makanan sudah dipukul. Di tangan ibu-ibu solihah itu, 350 box makanan dewasa sudah siap sebelum pukul lima.

Sedikit lain dengan ramadhan lalu, muslim-muslimah Indonesia di Iizuka ikut andil dalam grand iftar di mesjid kesayangan kami. Iizuka adalah kota tetangga Fukuoka yang dapat ditempuh dalam waktu 1 jam dengan mobil.

Di Iizuka terdapat salah satu universitas papan atas Jepang yaitu Kyushu Institute of Technology. Banyak mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di sana. Selain pelajar, ada juga beberapa orang Indonesia yang bekerja di perusahaan IT di Iizuka. Dan dari ibu-ibu Iizuka, 150 box makanan cantik untuk anak-anak, dengan menu yang menggiurkan seperti yang tertera diatas telah disiapkan.

Adzan maghrib bergema, dan semua bergulir dengan sempurna. Distribusi gelas dan minuman, dilanjutkan snack kami yang dilahap tak tersisa. Selepas sholat maghrib, box-box makanan mulai dibagi, diiringi teriakan-teriakan kecil dan tangisan balita.

Alhamdulillah banyak yang datang, sehingga banyak pula yang tidak kebagian tempat di lantai 3. Alhasil, setiap anak tangga dari lantai 2 ke lantai 3 penuh dengan orang yang menikmati bukanya. Mereka menikmati sajian kami dengan nikmat. Alhamdulillah…

Semua berjalan dengan semestinya, meski sedikit banyak ada desakan ibu-ibu menuju kotak makanan karena anaknya tidak kebagian makanan. Dalam hati saya bergumam, sehari lapar karena tidak makan dan minum. Kemudian kami dikumpulkan jadi satu dalam mesjid yang kapasitasnya jauh lebih kecil dibandingkan pengunjungnya. Membuat suasana menjadi semakin panas, karena hawa di luar memang panas.

Menjadikan suasana sedikit tidak terkendali, ketika banyak ibu bingung anaknya tidak kebagian box makanan anak. Lantas, bagaimana dengan alam barzah nanti, ketika kami dikumpulkan di padang Mahsyar. Ya Allah ampunilah dosa kami.

Kami baru sadar bahwa box makanan anak masih banyak di lantai bawah. Alhamdulillah semua bisa segera diatasi. Jazakumullah kepada bu Ira umar sebagai koordinator grand iftar kali ini, kepada ibu-ibu muslimah Iizuka, juga semua ibu-ibu muslimah Fukuoka tersayang.

Tidak lupa pada bapak-bapak muslim Fukuoka dan Iizuka yang kebagian logistik, antar jemput, angkut-angkut dan bersih-bersih. Terima kasih dan terima kasih. Semoga Allah membalas amal kita dengan kebaikan yang jauh lebih indah dari yang kita bayangkan. Amin ya robbal alamin.

(Kiriman Sri Fatmawati; Penulis adalah dosen ITS-Surabaya yang sedang menempuh S3 di Kyushu University - Fukuoka, Jepang)

Sumber: www.eramuslim.com

Minggu, 25 Juli 2010

Duhai Ikhwan Akhwat Maya...

Duhai Akhwat...
Renungkan ini...

Duhai akhwat yang kukagumi
Yang memiliki iman di hati
Dengarlah suara hati para lelaki
Sudahi menebar simpati
Hentikan bermanja pada kami
Kami ikhwan biasa yang tidak suci
Yang ingin teguh di jalan Ilahi.

Duhai yang kukasihi para akhwat
Yang memiliki malu, hormat dan martabat
Kami adalah pria biasa yang mudah terpikat
Iman kami tak sekuat para nabi dan shahabat
Fotomu bertebaran menggoda dan mengusik syahwat
Kecantikanmu menembus hati yang taat syariat.

Duhai akhwat yang kusanjungi
Jangan hajar emosi dan jiwa kami
dengan perhatian yang murah
Jiwa ini terasa gerah
dengan pujian yang membuncah.

Duhai akhwat yang kupuja
Engkau adalah mutiara berharga
Harapan bangsa dan agama
Bukan hanya fisik yang harus dijaga
Akhlak juga harus dihiasi
dengan lembaran hidup islami

Engkau akan terlihat anggun
Bukan karena pengagummu yang berjibun
Tapi karena sikapmu yang santun
Engkau semakin mempesona
Dengan izzahmu yang terjaga
Engkau semakin cantik memikat
Karena kepribadianmu yang sesuai syari'at


Wahai Ikhwan...
Jangan Lumpuhkan Hati Kami...

Wahai Ikhwan...
Yang masih memiliki hati
Dengarlah jeritan hati kami
Sudahi merayu kami
Hentikan menebar simpati.

Kami hanyalah akhwat
Yang ingin menggapai cinta Ilahi
Yang mempunyai iman setipis ari
Menghadapi sikapmu yang tak terkendali
Terkadang kami tak cukup kuat.

Wahai Ikhwan...
Yang masih mempunyai nurani
Dengarlah suara hati kami
Jangan rintangi dakwah kami
Jangan matikan komitmen kami
Jangan serang kami dengan komentar basi.

Kami hanyalah akhwat biasa
Yang sedang mencari jati diri sejati
Yang tak sekuat iman istri para Nabi
Kami risih dengan candamu yang menjadi-jadi

Wahai Ikhwan...
Yang mempunyai lubuk hati
Dengarlah keluhan jiwa kami
Jangan goda kami dengan ta'aruf islami
Jika hanya sekedar mencari sensasi
Hati kami bukanlah kelinci semurah kue serabi..
Kami akhwat yang menjunjung amanah Ilahi
Mengemban dakwah dalam naungan visi dan misi

Wahai Ikhwan...
Yang memiliki belas asih
Dengarlah pinta kami
Hargai hijab lebar kami
Bantulah kami kokohkan harga diri
Jangan lucuti semangat kami
Jangan runtuhkan ketegaran kami

(By: Al Akh)